Questions

SOAL 1

Di depan dinyatakan bahwa ekuitas merek adalah selisih nilai produk lengkap (Y) dengan merek dengan nilai produk tanpa merek (X) atau BE=Y-X. Dengan persamaan tersebut berarti ekuitas merek bisa positif bila Y>X, nol bila Y=X dan negatif bila Y<X. Bagaimana anda menjelaskan logika ini?

SOAL 2

Menurut konsep CBBE, ekuitas merek memoderasi hubungan antara aktivitas pemasaran dengan respon konsumen. Apa arti kata ‘memoderasi’ dalam kalimat ini?

SOAL 3

Ekuitas merek dapat menyebabkan harga produk menjadi sangat tinggi, namun konsumen tetap bersedia menerimanya. Apabila dikaitkan dengan konsep nilai pelanggan (Modul I), apa pengertian dasar nilai pelanggan dalam situasi demikian?

SOAL 4

Sebagian orang secara literal menyatakan merek sebagai sekedar nama, sebagian mengartikannya secara metaforik sebagai sesuatu atau seseorang. Apabila dikaitkan dengan perannya yang memoderasi hubungan antara STP dan marketing mix, pengertian mana di antara keduanya yang paling tepat?

SOAL 5

Merek yang kuat (strong brand) memberikan marjin yang lebih besar. Dapatkah anda menjelaskan pernyataan ini?

SOAL 6

Sebagian perusahaan menggunakan merek yang sudah ada untuk produk baru. Misalnya untuk kategori perawatan rongga mulut, Unilever sudah memiliki pasta gigi Pepsodent yang sangat popular. Kemudian, saat membuat sikat gigi, Unilever kembali menggunakan merek Pepsodent. Demikian pula saat membuat mouth wash, kembali Unilever menggunakan Pepsodent. Dapatkah anda menjelaskan logika di balik keputusan ini?

SOAL 7

Nama ‘Toyota Avanza’ sudah sangat popular di Indonesia. Andaikan pemakaian nama merek ‘Avanza’ diperluas (brand extension) untuk kategori pewangi mobil dan sepeda motor, bagaimana pendapat anda.

SOAL 8

Merek yang kuat tidak mungkin dibangun apabila daya tarik utama produk adalah harga yang rendah. Bagaimana pendapat anda tentang pernyataan ini.

SOAL 9

         

Di Bogor ada bubuk kopi merek Liong Bulan. Merek ini, yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, sampai saat ini menguasai eceran-eceran tradisional di wilayah itu dan dapat bersaing dengan merek-merek nasional, seperti Kapal Api, Nescafe, Ayam Merak dan lain-lain. Sayangnya, di luar Bogor merek ini tidak ditemukan. Menurut anda, apakah Liong Bulan termasuk merek yang kuat ataukah yang lemah?

SOAL 10

Menurut para ahli, apabila dapat dipersonifikasi menjadi seseorang, maka merek memiliki kesempatan menjadi merek yang kuat dan memiliki ekuitas tinggi. Pertanyaannya, apakah semua merek dapat dipersonifikasi?